Sabtu, 13 Juli 2013

BBM (Benci Bila Merindukanmu)

Tahukah kamu?

Aku benci terkejut melihat BBMmu tiba-tiba nongol di BlackBerry ku..

Aku benci merasa deg-degan ketika membalas BBM dari kamu..

Aku benci menerka-nerka apa maksud dari BBMmu.. yang hampir setiap hari tidak pernah absen dari BlackBerryku..

Aku benci ketika BBku pending, ato pas lagi nggak ada pulsa BBMan.. tahu nggak kenapa? karena aku takut ketinggalan berita tentang kamu..

Aku benci tertawa bahagia karena BBMan sama kamu..

Aku benci melihat setiap emotikonmu yang norak dan lucu..

Aku benci mikirin kata-kata N' nyariin kalimat yang tepat buat balesin BBMmu, tahu nggak kenapa? supaya obrolan kita tetap bisa berlanjut..

Aku benci saat-saat kita udah saling mengucapkan "Bye" atau kalimat sejenisnya untuk mengakhiri obrolan..

Sumpah, Aku benci semua itu..

Karena dibalik kebencianku, aku takut merindukanmu. 

Jumat, 03 Mei 2013

Ala Chef Maya #part 1


Ayam Kecap & Sayur Bening Daun Katuk

Ayam Kemangi

Bakmi Goreng Jawa

Gadon Rempela Ati

Jamur Crispy & Cap Jay Kuah

Opor Ayam


Semur Ayam & Cha Brokoli Sosis

Sop Ayam, Patin Bumbu Bali, & Fuyung Hai
Ayam Bumbu Rujak

Rainbow Cake
Magic Ball Cookies

Kamis, 11 April 2013

Melukis tanpa Perfeksionis

Salah satu obsesiku adalah menjadi seorang pelukis. Sebenarnya aku belum begitu paham tentang teknik-teknik melukis, namun dengan penuh percaya diri aku yakin kalau aku ini punya bakat melukis walaupun cuma 0,00001 %. Hehehe. Langkah pertama, aku menyiapkan alat dan bahan untuk melukis antara lain : kanvas, kuas (dengan berbagai ukuran), cat acrylic, palet lukis, air bersih, pensil, dan penghapus. Dan satu hal lagi yang tak kalah penting untuk segera disiapkan : mental untuk tidak takut salah! Berhubung aku ini tipe orang yang perfeksionis, jadi kalau ada detail-detail yang salah sedikit aja, rasanya gimana gitu.. bisa bete sendiri. Intinya aku sering takut salah, eh jadinya salah beneran deh. Oke, lanjut ke topik sebelumnya. Setelah itu aku gambar sketsanya menggunakan pensil, sebenarnya nggak harus pake pensil sih tapi bisa juga dengan cat warna kuning supaya hasilnya lebih bagus. Maklum, saat itu aku belum tahu tekniknya. Nah beginilah teman-teman awal mulanya aku bikin sketsa untuk lukisanku. (lihat step 1) 


step 1

Kemudian setelah itu, aku mulai menyapukan warna menggunakan cat acrylic. Awalnya aku bikin nuansa hitam putih, gini nih hasilnya. (lihat step 2). Namun setelah aku pikir-pikir, "Ini mah anak TK aja juga bisa!" aku kembali gundah gulana, merasa masih banyak kekurangan disana sini. Kata salah satu temanku, "Kepalanya kegedhean!" Hal itu semakin membuatku yakin bahwa lukisan ini memang harus diperbaiki. Segera!

step 2
Beberapa hari kemudian, aku mampir ke sebuah rumah singgah salah seorang pelukis di Salatiga. Tempatnya ada di jalan Sukowati. Di sana aku memberanikan diri untuk berkenalan, kebetulan orang yang dimaksud sedang menikmati hasil lukisannya. Beliau adalah seorang laki-laki yang nyentrik, rambutnya panjang dibiarkan terurai, tatapannya tajam, ia tampak nyaman dengan celana batik panjang beserta kaos oblongnya. Aku langsung mikir : "Ini bapak siapanya Sujiwo Tedjo sih? Mirip banget sumpah!" 
Setelah memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatanganku di sana, aku diajak melihat hasil karyanya yang cukup banyak itu. Dengan penuh rendah hati, bapaknya bilang : "Lukisan saya mah jelek-jelek, lucu-lucu!" Padahal beuuhh lukisan-lukisannya oke punya. Top markotob deh. Jadi terinspirasi buat memperbaiki lukisanku yang "lucu" itu. Menurut pengakuan kembarannya Sujiwo Tedjo, melukis itu idenya datang secara spontan, langsung dari imajinasi dan setiap lukisannya mempunyai makna filosofi tersendiri. 

Btw, kalau lukisanku ini makna filosofinya apa yah? Hmm, sebenarnya lukisanku ini menceritakan tentang pengalaman seorang aku yang "besar kepala" kebetulan gambar kepalanya juga besar, sedang mencoba memainkan biolanya yang sudah lama tidak terpakai. Ada tersirat sikap keragu-raguan disana. Karena itu tadi, aku sering takut untuk melakukan kesalahan. Semakin sering takut, semakin banyak salah. Jadi memang harus berani salah untuk menjadi lebih baik. 

Oke, pulang dari sana aku langsung kembali mengerjakan lukisanku. Aku nggak mau ambil pusing, nggak mau takut salah lagi, yang penting berani aja, hajar aja, pede aja dalam memberi warna. Aku pilih warna biru, merah, abu-abu, dan hitam untuk memberi nyawa pada lukisanku itu. Tarraaa...dan hasilnya selangkah lebih unyu dari yang sebelumnya. (lihat step 3) Paling enggak, dalam eksperimen kali ini aku sudah berani salah untuk menjadi lebih baik.

 
step 3




My Dream's (part 5)

1. Punya galeri lukisan pribadi
2. Punya gitar akustik elektrik
3. Pake behel (kawat gigi)
4. Bisa maen piano, plus punya piano buat latihan di rumah
5. Kalau udah pinter maen piano, pengen ngiringin kebaktian di gereja
6. Punya 1 rak buku khusus buku-buku psikologi, lengkap
7. Punya topi yang tulisannya : TRUST ME, I'M WRITER!
8. Punya usaha sendiri, semacam kedai kopi, atau angkringan gaul
9. Wedding Party ala negeri dongeng.

Analogi Cinta - By Maya

Minuman malam ini : Hot Chocolate Hazelnut. Rasanya terlalu manis namun lama-lama pahit. Seperti cinta sesaat. Manis di awal, selanjutnya udah bisa ditebak. SAKIT!!
Pagi ini coklat buatanku disemutin, semutnya banyak, aku jadi ragu untuk memakannya. Seperti sebuah PDKT yang manis namun saingannya banyak, jadi ragu untuk melanjutkannya.
Sepatu bututku ini awalnya masih bagus dan cantik. Lama-lama menjadi renta dan jelek. Seperti hubungan yang tidak dijaga dengan baik : tidak ada cinta, tidak ada respek.

Untuk memperjelas penglihatan, mataku membutuhkan kacamata silindris. Seperti orang yang sedang jatuh hati, ia membutuhkan sudut pandang yang berbeda agar tetap realistis. 

Kecewa dengan jasa laundry di dekat kost. Seragamku jadi luntur dan membekas. Seperti hati yang pernah dikecewakan, sakitnya masih membekas.
Menikmati burger sisa tadi malam. Rasanya hambar, seperti cinta lama yang belum kelar.
Corn cups yang baru saja aku beli ini rasanya manis dan masih hangat. Seperti senyumanmu kala itu.

Sarapan pagi ini kebanyakan makan sambal, sakit perut deh. Seperti cinta yang kebanyakan termakan gombal, sakit hati deh.
Kopi malam ini, Hitam. Seperti langit yang sedang ku pandangi ditemani rindu yang mendalam. 

Ini buku favoritku. Meskipun sudah selesai dibaca, tapi aku masih saja membacanya berulang kali. Seperti jatuh cinta berkali-kali kepada orang yang sama, tidak pernah bosan sama sekali.

Setelah punya BB baru, aku jadi jarang menyentuh HPku yang lama. Seperti menemukan cinta yang baru, cepat atau lambat bisa membantu melupakan cinta lama. 

Hujan selalu datang dan pergi secara tiba-tiba. Ada yang mengharapkannya, ada pula yang tidak. Seperti perasaan cinta yang datang tiba-tiba, tergantung bagaimana orang itu meresponnya. 

1 kata untuk kamar kostku : Berantakan! Seperti aku kalau nggak ada kamu. #Eaaaaa

Banyak makanan enak, tapi perut tidak bisa menampungnya karena sudah kenyang. Seperti cinta yang dipaksakan, meskipun terlihat indah, namun hati tetap tidak bisa menerimanya.


Minggu, 02 Desember 2012

Kalian adalah sumber inspirasi


Saat ditanya, siapa yang menjadi sumber inspirasi dalam hidupmu? Tanpa ragu, aku akan menjawab : “Semua Orang! Semua orang yang aku kenal, semua orang yang pernah aku temui, dan semua orang yang aku ketahui”.
Karena mereka, aku merasa menjadi lebih hidup.

Dari ibuku, aku belajar bahwa anak perempuan itu harus bangun pagi-pagi, harus bisa memasak, harus bisa menjaga diri, dan tetap dekat dengan Tuhan.

Dari ayahku, aku belajar arti penting dari sebuah latihan. Performance tanpa latihan sama saja dengan “bunuh diri”!

Dari kakakku, aku belajar memakai parfum, dandan, memakai busana yang matching, dan merawat diri.

Dari sahabatku, aku belajar untuk bersikap jujur, sabar, dan tetap tenang dalam menghadapi masalah.

Dari dosenku, aku belajar bahwa segala sesuatunya harus terkonsep.

Dari mantan pacarku, aku belajar bahwa dalam sebuah hubungan, komunikasi yang tepat dan saling percaya itu penting.

Dari pengasuhku, aku belajar arti dari sebuah ketulusan dan kesederhanaan.

Dari sepupuku yang smart abis, aku belajar ternyata dunia ini bisa kita miliki asalkan kita mau berusaha dengan keras.

Dari anak sekolah mingguku, aku belajar untuk lebih kreatif lagi dalam mengajar.

Dari teman SMA yang pernah aku kagumi, aku belajar bahwa dengan mengagumimu aku bisa lebih berprestasi. Thank's ya!

Dari teman yang ternyata bukan teman, aku belajar lagi untuk berhati-hati dalam mempercayai seseorang.

Dari sebuah warung makan yang pelayannya tak kunjung datang membawa pesanan makanan untukku, aku belajar untuk bersabar dan menahan emosi.

Dari penjual asongan di bis, aku belajar tentang jiwa optimisme. Tetap berjualan demi sesuap nasi meski harus melewati penumpang yang penuh sesak dan siap untuk dicuekin.

Dari seorang pengemis jalanan, aku belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan kepadaku.

Dari orang asing yang sok kenal sok dekat, aku belajar untuk tidak terlalu lugu dan polos dalam menanggapinya.

Dari seorang Agnes Monica, aku belajar untuk memiliki mimpi besar, mempercayainya, dan berusaha untuk mewujudkannya.

Dari seorang Raditya Dika, aku belajar untuk menertawakan diri sendiri. Belajar untuk tidak terlalu spaneng dalam menjalani hidup.

Dari seorang Mohammad Assad, aku belajar untuk bersedekah. Karena percaya nggak percaya, sedekah itu membawa berkah. Dan ternyata memang benar!

Dari seorang Jokowi, aku belajar bahwa untuk mendapat simpati dari masyarakat tidak harus dengan materi.

Dari seorang Dahlan Iskan, aku belajar bahwa butuh keberanian dan tekad yang kuat untuk menciptakan perubahan.

Dari seorang Chairul Tanjung, aku belajar ternyata untuk menjadi sukses itu nggak gampang, semua butuh proses panjang.

Dan dari kalian semua yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu, terima kasih karena dengan mengenal kalian aku bisa belajar menghargai segala bentuk keunikan dan kekhasan yang sudah Tuhan berikan, baik itu kekurangan maupun kelebihan yang kita miliki.


Mari saling menginspirasi untuk hidup yang lebih baik. :)

Kamis, 15 November 2012

Biarlah Seni yang Berbicara

Gambar 1
     (Gambar 1) Lewat lukisan ini, aku ingin menyampaikan pesan, diantaranya di sebelah pojok kiri atas terdapat gambar 5 pemuka agama, terdiri dari agama Hindu, Budha, Islam, Kristen, dan Khatolik yang saling bergandengan tangan. Tepat dibawahnya terdapat gambar pelangi dengan berbagai warna. Harapannya, semoga kita semua sebagai pemeluk agama dapat hidup rukun dan saling menghormati walaupun kita berbeda-beda. Dibawahnya lagi terdapat bendera merah putih yang menunjukkan bahwa kita harus bangga menjadi anak Indonesia. Di tengah terdapat topeng orang Bali dilengkapi dengan bunga kamboja, yang menggambarkan bahwa Bali adalah salah satu objek wisata di Indonesia yang dikenal akan keunikan budayanya. Tepat di belakangnya terdapat kain batik, gambar ini berpesan supaya kita tetap mencintai produk-produk Indonesia. Di sebelah kanan terdapat peta Indonesia dan monas. Hal ini menunjukkan bahwa ibukota Negara Indonesia adalah Jakarta.


Gambar 2
(Gambar 2) Gambar ini sengaja dibikin sebagai kenang-kenangan untuk wisuda seorang kakak yang telah menyelesaikan studinya dengan baik. Congratz yah! 


Gambar 3
(Gambar 3) Gambar ini mengingatkan kembali ketika aku sedang duduk di bangku TK. Ibu guru selalu mengajarkan murid-muridnya untuk menggambar 2 gunung yang di tengahnya ada matahari. Bisa dibilang, kebiasaan membuat gambar ini sudah menjadi turun temurun. Kenapa harus gambar seperti ini? Kenapa bukan gambar yang lain? Semoga anak Indonesia jaman sekarang bisa lebih kreatif dari ini. J


Gambar 4
(Gambar 4) Gambar ini sengaja aku bikin 1 hari sebelum ulang tahun kakakku tiba. Setelah gambarnya selesai dibuat, aku potret gambar tersebut lalu aku kirimkan ke nomor HP kakakku melalui MMS. Respon yang didapat adalah : Seneng dan terharu banget! Baguslah, berarti nggak sia-sia deh bikin kejutannya. J


Gambar 5
(Gambar 5) Ini merupakan kumpulan coretanku dari jaman SMA sampai kuliah yang sempat aku pajang di tembok kamar kostku. Disitu terdapat gambar karikatur wajahku, kemudian sahabatku, teman dekatku, dan juga passionku. Semua gambar sengaja berwarna hitam putih, supaya lebih natural aja.


Gambar 6
(Gambar 6) Gambar ini aku bikin untuk seorang teman yang sedang berulang tahun. Iseng-iseng aja sih, sorry kalau kurang mirip, yang penting kan niatnya. Iya nggak? :)


Gambar 7
(Gambar 7) Gambar ini aku bikin ketika aku lagi seneng-senengnya nonton film “Voyage of The Unicorn”. Terinspirasi oleh bentuk kapalnya yang bagus dan megah. Di atasnya aku bubuhi ayat alkitab yang terambil dari Amsal 4 : 14 yaitu "Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat".

Gambar 8
(Gambar 8) Gambar ini menceritakan tentang cita-citaku yang (ternyata) banyak sekali! Aku bercita-cita ingin menjadi Sarjana Psikologi, menjadi penulis buku best seller, menjadi anggota Ahmad Dhani School of Rock, mengembangkan bakat dalam bernyanyi dan bermain biola, mempunyai perpustakaan pribadi, menjadi koki yang jago masak, menjadi pelukis, menjadi wanita karir, menjadi guru sekolah minggu, dan menjadi istri dari seorang suami yang seiman, SMART, dan penyayang.